Tuesday, February 2, 2016

Challenge in Singapore (ChaSing) ep.3 - Face Stuffing (Wannabe)

Oke, challenge masih berlanjut!! Game on!!
 
Di tantangan ketiga kali ini, kami sudah pindah lokasi ke suatu taman dengan pencahayaan #rhyme.
 
Masih terinspirasi dari salah satu episode Jimmy Fallon yang berjudul Face Stuffing Challenge. Lha kok di ChaSing ada wannabe-nya? Yaiya, soalnya dari makanan yang akan kami makan, nggak ada satu pun yang cara makannya dilakukan dengan menenggelamkan muka ke dalam makanan. Kurang lebih kek gambar di bawah ini (yang sebelah kiri ).
 
pic from here
Yang bener aja jek, nanti lipen kita yang (sama sekali nggak) paripurna bisa ilang dong!!! Akhirnya metoda makan dilakukan secara lebih elegan..hahahahahaha.
 
Kek gimana challengenya? Seperti biasa, gw dan Sakana akan berlomba memakan suatu makanan dengan cara yang unik selama sepuluh detik *iya, sepuluh detik udah lebih dari cukup*, setelah itu akan dicek, siapa yang bias menghabiskan makanan paling banyak. Pertama, kami akan makan coklat  M&M dengan sumpit, makan saos tomat dengan sedotan, dan makan nasi menggunakan telunjuk. Mau tau siapa yang lebih jago? Cek langsung video berikut ini...


 
Sakana memang lebih jago nyedot saos tomat (yang rasanya iyuh!), tapi gw lebih mantap urusan nyerok nasi pake jari telunjuk, namun, nyatanya, kami sama-sama jago nyumpit coklat M&M, walhasil tantangan kali ini kami pun seri!!!
 
Hikmah dari tantangan kali ini, kami jadi tahu bahwa saos tomat memang baiknya hanya jadi pelengkap makanan lain. Misalnya jadi cocolan kentang atau nugget goreng, bisa juga dicampur ke kuah baso atau indomie, tapi sama sekali nggak disarankan untuk digado. Kalau mau ngegado, lebih baik gadoin Knorr kaldu blok rasa Tom Yam, itu mantap!!
 
Selamat merayakan CNY bagi yang merayakan, enjoy your holiday, semoga tahun baru monyet emas jadi berkah untuk semua. Yeah!!
 
-cchocomint-
 


Monday, January 25, 2016

Panduan Apply Master ke Wageningen University (dan Universitas di Luar Negeri Lainnya)

DISCLAIMER: Kami bukan pihak manajemen WUR yang bisa menentukan sukses atau tidaknya kalian apply. Jadi mohon pertanyaan mengenai hal tersebut bisa dilayangkan ke pihak WUR langsung.

Challenge in Singapore masih berjalan, tapi gw mau ngomong hal yang serius, ahem. 

Sama halnya seperti kami (cchocomint dan sakana), pasti banyak banget di antara kalian yang punya cita-cita untuk bisa bersekolah di luar negeri, entah dari jenjang S1 atau jenjang yang lebih tinggi. Alasannya pun macam-macam:
- supaya bisa membangun negeri ini jadi lebih baik *motivasi ini terasa 100% sebelum kalian meninggalkan NKRI tercinta, ketika kuliah kelar langsung drop sekitar 20%, nggak mau pulang shhayyyy :)))))*, 
- supaya bisa go internesyenel (macam kami ini lah...), 
- karena kulitas pendidikan di luar lebih baik, 
- untuk memperkaya diri dari segi kultur atau supaya bisa parti dan tipsy tiap hari tanpa ada yang larang-larang, wakakakakaka. 

Boleh...... semua sah-sah aja. Untuk yang orang tuanya punya rejeki lebih, you only need to secure one thing: LoA (Letter of Acceptance), then off you go. Untuk yang rejekinya pas-pasan (baca: kami dan banyak orang lainnya), LoA tuh tiket awal sahaja karena masih ada hal lain yang nggak kalah pentingnya: mencari si pemberi dana alias beasiswa.

Masalahnya, banyak yang PENGEN bersekolah ke luar negeri, tapi nggak semua yang pengen sekolah ke luar negeri RELA untuk mencurahkan energi, usaha, dan biaya (tes TOEFL nggilani mahalnya sekarang) untuk mengejar apa yang mereka mau. Dalam usaha melakukan perjalanan ke barat (bukan untuk mencari kitab suci), gw menyadari bahwa sesungguhnya ada 3 tipe orang yang bisa mendapatkan beasiswa untuk sekolah ke luar negeri: 1) Orang yang pinter gila, ga perlu nyari pun udah disodorin beasiswa; 2) Orang yang beruntung dan pintar, sekali daftar langsung dapet; 3) Orang yang gigih nyari beasiswa, tidak gampang menyerah meski berkali-kali ditolak dan instropeksi untuk perbaikan apply beasiswa yang berikutnya (inget ya, udah pernah apply, bukan cuma nyari info!). Gw masuk ke golongan yang ke-3.

Gw dan teman-teman lain cukup sering dapet email/mesej/etc mengenai sekolah di luar negeri, kami mau nolong, sangat mau. Kami seneng ketika beberapa bulan setelah email-emailan/ngobrol,  orang tersebut datang dengan membawa berita bahwa dia lolos dan akan berangkat ke luar negeri, priceless. The thing is, there’s only so much that we can do to help, we only help to certain extend. We DO know when people ask because asking is a part of their effort or simply because they’re too lazy to put more effort in helping themselves. If you are not willing to help yourself at the first place, why expect anybody else to do so? Ibarat ayat suci, Tuhan aja nggak mau ngubah nasib suatu kaum kalau mereka nggak berusaha untuk berubah, ye nggak? Edan pake dalil, dalil nggak bisa dilawan *pasang cadar*

Sama aja kayak traveler, gw sering baca tuh curhatnya TrinityTraveler, banyak yang datang sama dia dengan pertanyaan, ’Saya pengen pergi ke [insert nama negara] gimana caranya?’  Dude, she’s a traveler, not travel agent. So am I and my fellows, we happened to be students, but we are not international student placement service.  Do your homework and we're happy to be part of it, but don’t hand your homework to us in order to finish it for you.

Oke, sekarang kita ngomongin apa yang biasa disiapin kalau mau kuliah ke luar negeri. Sebenernya bahasan kayak gini pasti udah banyak di mana-mana. Ditulis lebih terstruktur dan komprehensif daripada tulisan ini, pastinya :))). Kemungkinan kalian bisa nyasar baca postingan ini lantaran lagi nyari-nyari info buat studi ke Wageningen. Sebagai self-proclaimed WUR ambassador, maka pada beberapa poin akan dikhususkan untuk apply sekolah ke WUR. Harap dicamkan, gw nggak akan dan nggak akan pernah ngasih tulisan berupa tips SUKSES mendapatkan beasiswa. For me personally, there is no such thing. Too many factors involved, luck, random event, the selection panel, the competitors, etc. Mirip lah kayak SPMB, you’re good, but how if others are exceptional? 

Anyway, please brace yourself as this post is TL:DR.

1. Tentuin jurusan
Ini PR paling dasar tapi kadang paling malas dikerjakan. Kenapa? karena banyak yang tujuan utamanya hanyalah bisa pergi ke luar negeri (nggak ada yang salah kok dengan tujuan itu), terus nggak tahu dan nggak mau nyari tahu harus ngambil jurusan apa supaya bisa berangkat ke luar negeri. Nggak sedikit yang datang dengan pertanyaan pengen S2 di luar tapi nggak tahu mau pilih jurusan apa. Lha, kalo ente nggak tahu, gimana gw bisa tahu? Background education kalian apa? Masih mau 100 % linear dengan itu atau mau deviasi dari itu? Terserah. Kampus pun punya kekuatan masing-masing, ada yang kuat di natural science, engineering, social science, art & humanity, etc. Cari tahu juga soal hal ini. Lo pengen kuliah engineering tapi kekeh pengen ke Wageningen misalnya, ya Jaka Sembung bawa golok, tuh ada TU-Delft, Eindhoven, Groningen, atau UNESCO-IHE.

Di WUR ada jurusan apa aja? Nih, baca aja sendiri di page ini. Mana yang paling menarik/cocok untuk minat kalian. Kalo ternyata ada lebih dari satu jurusan yang kalian pengen, silahkan klik nama jurusannya. Di sana akan ada keterangan lebih lanjut mengenai masing-masing jurusan. Mulai dari deskripsi jurusan, spesialisasi, cara daftar, contact person, sampai pembanding dengan jurusan lainnya. Percayalah, itu isinya komplit banget kalau kalian istiqomah membaca semua keterangan yang ada di sana. Oh iya, di beberapa jurusan di WUR ada yang namanya spesialisasi. Saran kami sih ga usah bingung dulu mau ngambil spesialisasi apa. Itu ditentuinnya ntar aja kalau udah nyampe sana. Bakal ada study adviser yang bakal bantuin ngejelasin.  

Butuh kejelasan course yang ditawarkan dan silabus? Bisa baca di sini. Silahkan ubek-ubek sendiri sesuai jurusan yang diminati. Please jangan minta kami yang nyariin buat kalian. Beberapa fitur cuma bisa dibuka kalau kalian punya wur account. Gimana dapet wur account? Harus terdaftar dulu jadi mahasiswa wur.

2. Cek persyaratan
Ini PR nomor 2, pertanyaan,’Gw pengen kuliah [insert nama jurusan dan kampus]  gimana caranya?’ *kayak pertanyaan tentang traveling* seriiingggg banget keluar. Lebih sering dari poin nomor 1. Admission procedure selalu ada di tiap website universitas, maksud gw, SELALU ADA. Ibarat Syahrini, terpampang nyata kelez! Kalu baru nyari admission procedure via internet yang tinggal duduk sambil klik sana-sini aja udah males dan nyerah, gimana ngadepin masalah sebenernya ketika lo beneran jadi berangkat? *ya kalau jadi berangkat*  Mau telpon emak nyuruh dese datang A.S.A.P? Kalo ente di Europe gimana ceritanya? Europe-Indonesia bukanlah Bandung-Garut. Atau mau nangis meraung-raung di dada Adam Levine? Dih, mana bisa?! Jangan harap!!! Adam Levine hanya milikku seorang, camkan itu!!

Kalau bingung, cobalah pake search engine di website universitas tersebut, pasti ada, biasanya simbol berupa kaca pembesar *nrit, sampai gw jelasin*. Ketik coba ‘admission procedure’ atau ketik apa pun yang kira-kira lo butuhkan. Syarat tiap kampus boleh jadi berbeda-beda, tapi ada syarat yang kurang lebih universal, di mana-mana sama.

Gimana dengan persyaratan di WUR? Nih, sok mangga baca di sini. Setelah paham dan yakin mau lanjut sekolah di WUR, bisa baca tahapan aplikasinya di sini. Udah lengkap banget dan ga ribet. Kuncinya hanyalah iqro alias membaca. Oh iya, semua proses di WUR dilakukan secara online tanpa ada ujian/tes masuk dan ga perlu nyari dosen WUR untuk minta rekomendasi. 

a. English proficiency test
Biasanya cukup fleksibel, bisa TOEFL atau IELTS, mending yang mana? nggak tahu, preferensi orang bisa beda-beda. Dulu gw ngambil TOEFL-IBT karena mendadak banget gw musti ngambil tes ini, slot yang nyisa cuma TOEFL-IBT, itu pun di Jogja, gw tinggal di Bandung. Harga? miriplah antara IELTS dan TOEFL, meski IELTS lebih mahal sedikit. Remarknya biasanya ada di speaking section. Di IELTS lo ngobrol sama orang, bisa bikin grogi tapi saat lo nggak paham lo bisa bilang,’Pardon?’ atau berusaha me-rephrase, ’So, you implied that blablablabla, right?’ Di TOEFL-IBT, lo ngomong sama mesin perekam, lo miss atau budek, tamat sudah, silakan ngomong semau-maunya daripada nggak ngomong sama sekali.

Berapa skor yang dibutuhkan? At least 550 atau 80 untuk IBT. Skor ini standard minimum, biasanya ini syarat minimum jurusan IPA, untuk jurusan IPS, mereka lebih demanding, ya wajar, kalian akan lebih banyak nulis dan ngowos, makanya mereka minta lebih. Kadang mereka bukan hanya minta skor akhir, tapi per section, misal IELTS minimal 7 dan writing section tidak kurang dari 6.5. Itu dia kenapa cek website universitas yang bersangkutan menjadi penting, karena lo perlu tahu apa yang universitas syaratkan.

Untuk di WUR, persyaratan skor English Proficiency Test bisa dibaca di sini. Baca baik-baik karena ada keterangan TOEFL code khusus WUR di situ biar hasil tes bisa langsung dikirim ke mereka.

Saran dari Sakana: supaya aman dan skornya bisa dipake sapu jagat (ga mau rugi lantaran harga tes-nya mihil bingits!), cek masing-masing persyaratan skor TOEFL atau IELTS dari semua sekolah dan beasiswa yang akan kalian lamar. Tentukan skor yang tertinggi dan jadikan itu target kalian. Semisal WUR minta skor TOEFL iBT untuk calon mahasiswa non-EU sebesar 80, sedangkan dari beberapa pilihan beasiswa, ada yang minta skor 79, 80, dan 87. Nah, jadikan skor 87 itu target pencapaian TOEFL iBT kamu.

b. Motivation letter
Ini biasanya berisi karangan dan kibulan penjelasan kenapa kalian ingin melanjutkan kuliah di kampus tersebut/di jurusan tersebut/di negara tersebut. Apa outcome yang diharapkan dan ke depannya rencana kalian apa sih. Duh kok mumet ya? Ga usah mumet, googling lah niscaya semua menjadi lebih mudah. Tapi jangan lupa, gugling itu sebagai contoh dan referensi, tetep sesuaikan dengan keadaan kalian. Ibarat kata, mau nyontek juga tetep musti pake akal.

Saran dari Sakana: Nama pun motivasi, pasti akan lebih baik kalau ada unsur-unsur personal. Ga perlu lebay kayak kalian pengen belajar molecular life science demi menemukan obat kanker lantaran ada saudara yang meninggal gara-gara kanker. Ga perlu sampe segitunya. Dulu di motivation letter gw nulis tertarik bidang molecular nutrition gara-gara pernah diminta jadi MC untuk seminar ilmiah tentang itu. Ga lebay, tapi ada unsur personalnya. Trus tinggal kasih embel-embel fakta yang tertulis di info tentang jurusan, kayak WUR tuh punya master program Nutrition and Health terbaik se-Eropa. Nah... ga percuma kan istiqomah baca keterangan tentang jurusan :)))  

c. Legalized transcript and degree certificate
Gampang sih ini, pasti kampus sudah menyediakan, jangan lupa yang dipake versi Bahasa Inggris ya shayyy.

Ini bagian lumayan tricky sih, karena kadang ada yang bilang bahwa GPA-nya kurang dari yang disyaratkan, masih ada chance-kah untuk keterima? Sejujurnya, gw nggak tahu. Tapi logika sederhananya, ketika lo kurang di satu aspek, coba tonjolkan aspek lain. Misal GPA kurang, tapi hasil IBT 119 atau pengalaman kerja sangat mendukung dengan referensi mumpuni. Cus lah!!  

Nah di WUR udah ada dokumen pdf khusus yang lebih menjelaskan persyaratan IPK untuk calon mahasiswa asing, termasuk Indonesia. Semisal nih, di syarat kan kudu IPK 3,0, tapi kalau kalian lulusan universitas top di pulau Jawa (macem ITB dan IPB), maka IPK 2.8 pun punya kesempatan untuk diterima. Lulusan D4? Bisa juga lho ternyata untuk daftar.  

d. Recommendation letter
Bisa dari dosen atau dari bos di tempat bekerja. Kadang beliau-beliau ini sudah punya template tersendiri dalam memberi surat rekomendasi, tapi ada juga beberapa yang saking sibuknya nggak sempat untuk bikin surat rekomendasi. Pada akhirnya kalian yang musti bikin lalu tinggal minta tanda tangan yang bersangkutan. Tips? 1) Google 2) jangan terlalu memberi sanjung puja-puji pada diri sendiri, boleh lah kasih pujian, tapi tetap modest. 

Sakana confession: gw pernah bikin surat rekomendasi supaya dosen bisa tinggal langsung tanda tangan. Tapi karena bingung mau nulis apa, akhirnya sebagain besar yang gw tulis adalah trait dari zodiak gw, hahaha. 

Oh iya, ada juga beasiswa yang punya template surat rekomendasi sendiri. Jadi harus dibaca baik-baik surat rekomendasi yang diminta yang gimana. WUR sendiri TIDAK mensyaratkan untuk melampirkan surat rekomendasi pada saat mendaftar, baik dari dosen S1 maupun dosen WUR.  

e. GRE/SAT/etc.
Ini tipikal universitas di Amerika dan juga Singapura (Australia juga kah?), gw nggak familiar dengan ini karena universitas di Eropa biasanya tidak mensyaratkan hal ini. Sekali lagi, cek website uni yang bersangkutan.

f. Other language proficiency test
Misal universitas tertentu mensyaratkan basic proficiency untuk bahasa tertentu, Prancis, German, atau Swahili. Tegantung lokasi lah. Untuk keseribukalinya, cek website uni yang bersangkutan. Tenang, di WUR (dan universitas Belanda lainnya) ga mensyaratkan bisa bahasa Belanda karena semua master program di Belanda diberikan dalam bahasa Inggris (bahkan untuk mahasiswa Dutch). 

3. Tebar jaring
Jangan terlalu saklek, misal dari dulu gw selalu pengen ke Jerman. Jerman, Jerman, Jerman!! Deutschland über alles!! Tapi ya gw terdampar di Belanda, which turned into priceless experience.

Lalu dalam perjalanan gw dulu apa gw mengontak orang untuk nanya? Iya dong, but I made sure that I did my homework. Riset dulu, baca sana-sini, sampai akhirnya buntu dan ada pertanyaan yang ga bisa ke jawab, baru gw tanya. salah satu orang yang pernah gw kontak adalah Mas Tio (di blognya banyak info tentang beasiswa lhooo), ndilalahnya simas ini jadi tetangga kakak gw ketika sedang sama-sama di Sweden, what a small world ga sih? :)))

Akhir kata, selamat mencoba dan berusaha. Kami siap menjawab pertanyaan sepanjang pertanyaan itu bagian dari usaha kalian, dan bertanya bukan karena kalian terlalu malas berusaha.


Cheers,

Cchocomint & Sakana

Challenge in Singapore (ChaSing) ep.2 - Bon Cabe Russian Roulette

Holaaaaaaaa.....!!!

Sakana is in da pool yo!

Setelah di episode pertama kami memainkan egg russian roulette (dan berakhir dengan gw bergelimang telor mentah), kali ini kami main Bon Cabe Russian Roulette! Uuuyeahhh!!!

Tetap di tengah redupnya lampu taman Singapura, hanya kali ini ga lagi perlu pake kostum trash bag. Aturan mainnya simpel, dari 9 cup mie ada 6 yang dicampur dengan Bon Cabe level 3, sedangkan sisanya dicampur Bon Cabe level 10. Gw sebagai perawan Bon Cabe, rada watir juga takut ga bisa ngebedain mana yang level 3, mana yang level 10. Soalnya pas lagi persiapan gw icip dikit dan gagal ngebedain rasanya.

Tapi yuk mari kita lihat siapakah yang akan memenangkan tantangan kali ini?


Ini apa karena lagi di Singapore jadi semesta memihak pada Cchocomint??? Atau karena gw gagal tantangan tahu genjrot di Tantangan Bandung Bogor dulu makanya gw jadi kurang sholehah? *apa hubungannya?*. Yah apa pun itu, yang pasti kami berdua dodol banget karena ga bawa minum sama sekali.

Masih ada tantangan-tantangan lainnya. Akankah arwah Lee Kuan Yew terus menyertai langkah cchocomint menuju puncak gemilang cahaya? Makanya jangan lupa subscribe channel nya dan terus nantikan Challenge in Singapore berikutnya!!

-Sakana

Monday, January 11, 2016

Challenge in Singapore (ChaSing) ep.1 - Egg Russian Roulette

Halo pemirsa!!

Selamat tahun 2016!!! Oke, oke, iya iya, emang udah telat, tapi lebih baik telat dapet daripada nggak dapet sama sekali, betul tidak?

Nah, kesabaran kalian menunggu challenge dari kami berbuah manis. Seperti yang sudah gw ceritakan di teaser ChaSing, kalau challenge kali ini lokasinya di negeri tetangga, yaitu Singapore. Selain itu ada tema besar yang akan diangkat untuk serangkaian ChaSing ini, yaitu Russian Roulette. Nah, aslinya game Russian Roulette ini  dimainkan menggunakan pistol yang diisi satu peluru. Para peserta akan secara bergantian memutar silinder tempat peluru, lalu mencoba menembakkan ke diri mereka sendiri. Mereka yang untung akan selamat, yang sial akan tertembak oleh satu peluru dalam pistol tersebut. Ngeri nggak sih? Ngeri abis masbro, mbaksis!!

TERUS GW DAN SAKANA AKAN MAIN PISTOL-PISTOLAN DI TANTANGAN KALI INI?! 
Tentu saja.........tidak!!

Biarpun akarnya datang dari Russian Roulette, tapi inspirasi tantangan kali ini datangnya dari Jimmy Fallon show. Salah satu tontonan favorit gw. Emesh abis bawaannya tiap liat Fallon, abisnya dia bisa ngapainnya aja. Meskipun kampret banget karena kakak gw pernah nyeletuk, 'Jimmy Fallon itu kalau di Indonesia ya ibaratnya Tukul.' 

YHA!!

Untuk episode pertama di ChaSing, gw dan Sakana memainkan Egg Russian Roulette. Aturannya simpel, akan ada 12 telur, 9 diantaranya sudah direbus dan 3 sisanya masih mentah. Masing-masing penantang akan mengambil satu butir telur secara bergiliran dan memecahkan telur tersebut dengan kepalanya. Penantang yang lebih dulu mendapatkan 2 telur mentah dianggap kalah. Mau tahu siapakah yang beruntung mendapatkan dua telur mentah lebih dahulu? Kita lihat langsung pemirsahhhh.....



HA..
HA..
HA..
HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!

Mungkin ini yang namanya rejeki anak soleha. Nggak satu pun telur mentah gw dapatkan. Tahu bakalan kayak gini, gw pasti tolak tawaran Sakana untuk pake alat pelindung diri berupa trash bag dan shower cap, hih!!

Hal yang bikin tantangan kali ini cukup ribet tapi seru adalah syuting yang dilakukan malam hari dan lokasinya pun Singapore. Pertama, karena syuting dilakukan malam hari, awalnya sempet ga yakin apa pencahayaan bakal oke dan gambar yang tertangkap kamera akan bagus, untungnya wajah-wajah soleha kami berdua lampu di area syuting  memancarkan cahaya yang cukup lumayanlah. Kedua, ini Singapore bokkkkk, tempat di mana law enforcement untuk hal yang (dianggap) remeh sudah layaknya celana jins gw: ketat!! Apa-apa denda, ngeri juga nih. Makanya kami bener-bener bawa properti yang mumpuni supaya pecahan telur nggak berceceran dan bikin kotor. Ketiga, karena kami syuting di playground suatu perumahan, maka wajar kalau ada penduduk sekitar yang mencurigai kami. Pada saat itu ada bapak tawaf, yaitu pria paruh baya yang tawaf keliling lapangan di dekat lokasi syuting kami. Gesturnya lumayan was-was dan sigap melihat kami: dua cewek bermuka Melayu berkostum kresek dan ketawa-ketiwi. Sungguh mencurigakan!!!

Tantangan kali ini bikin gw luar biasa puas. Bukan hanya karena gw memenangkan ChaSing episode.1 ini, tapi karena gw nggak kena telur mentah satu pun!!! *kibas rambut* *eh pake jilbab* *yawda buka jilbab dul..... *sinyal ilang*

Berhubung ini masih episode pertama dari ChaSing, akan ada tantangan Russian Roulette lainnya yang wajib kalian ikuti. Jangan lupa untuk subscribe juga channel YouTube-nya.

Sampai jumpa lagi.

Tschuss!!

-cchocomint-

Monday, December 14, 2015

ChaSing-Teaser

Udah tahu kan kalau Tantangan Bandung Bogor alias TABOG udah kelar? Sakana berhasil jadi pemenang dalam serial tersebut. Nggak apa-apa, gw sih legowo aja, gw nggak minta diadain tantangan ulang atau pun survey ulang oleh lembaga independen lain *ini ngomongin Challenge atau pemilu sik?!* Selamat untuk Sakana *jabat tangan erat!!*
 
Nah, setelah TABOG berakhir, gimana nih kelanjutannya?! Banyak banget pertanyaan dari penonton setia serial challange kami ini *penonton setia dari Hongkokng?!* Nggak akan ada tantangan lagi? Blog ini mati suri? Channel youtube nggak diupdate? 
 
 
TENANG SEMUA, TENANG!!
 
 
Semua berasal dari hasidu aka. hayalan si dungu bahwa tantangan berikutnya harus banget go internesyenel. Cita-cita tertinggi sih tantangan dilakukan di Inggris dan German -sebagai salah satu Negara favorit masing-masing penantang- bahkan gw udah punya nama yang cocok: ChallEnGer-Challenge England and Germany. Tapi entah kapan kesampaian. Hahahahahahaha.
 
Daripada bermuran durja karena Challenger masih dalam angan belaka, we took a baby step. maka terciptalah ChaSing alias Challenge in Singapore!!!
 
Penasaran bakal kayak apa? Check out the trailer, bitte!
 

 
Jangan lupa terus ikutin perjalanan challenge kami!!
 
-cchocomint-

Thursday, December 3, 2015

Tantangan Bandung Bogor ep.10 - TABOG 31


Halore!!!

Balik lagi di TABOG!!! Kali ini sudah masuk episode 10 alias episode final. Selain bakal ada tantangan terakhir, di episode ini pun akan direkap siapakah pemenang dari keseluruhan TABOG.

Ya ampun, deg-degan banget kelez. *padahal kalau pun menang nggak ada hadiahnya :)). OH WHY?!*

Episode kali ini akan mengusung format babak bonus Famili 100 *beware Tukul, we did better than you!!*. Di mana akan ada lima pertanyaan yang sudah disurveykan terhadap 100 31 orang. Sakana dan Cchocomint akan berkompetisi untuk menjawab pertanyaan dengan hasil survey terbanyak. Masing-masing diberi waktu 25 detik untuk menjawab lima pertanyaan yang akan dibacakan oleh suara misterius di balik kamera.

Tema dari lima pertanyaan ini adalah seputar Bogor. Supaya fair, ada tim tersendiri yang menyusun dan melakukan survey demi episode ini. Selain itu, hasil survey dapat dianalisis secara statistik, keren nggak tuh? Bbbbzzzttt.

Sekarang mari sama-sama lihat, apakah Sakana yang notabene berasal dari Bogor akan diuntungkan dan memenangkan TABOG episode 10 ini dengan mudah? Let’s cekidot!!


HA...

HA...

HA…

HAHAHAHAHAHA.

Ternyata tema seputar Bogor nggak membuat Sakana bisa menang di tantangan kali ini. Penyebab utamanya (katanya sih) bukan karena kurang pengetahuan seputar Bogor, Cuma generation gap aja. Menurut Sakana, jamannya dia belum ada mall dan kalau nongkrong ya pergi ke Kebun Raya Bogor. Nah, masalahnya, kenapa Cchocomint yang orang Bandung justru bisa jawab dan menebak secara paripurna soal Boqer alias Botani Square? Mungkin ini yang namanya rejeki anak soleha :)))).

Hal yang menarik dari episode ini adalah jawaban responden yang bervariasi. Beberapa sudah bisa ditebak, tapi ada juga jawaban yang bikin dahi mengernyit. Contohnya, penyanyi asal Bogor. Syahrini, Vina Panduwinata, atau Rossa ya masih okelah. Lalu tiba-tiba, out of the blue, ada responden yang menjawab Adi Permana. Reaksi Sakana, Cchocomint, dan juga suara di balik kamera ketika mendengar nama Adi Permana disebut adalah:
SIAPOSE ITUUUUUUHHHHH?!?!?!?!
Akhirnya setelah melalui perjalanan panjang nan berliku, terpecahkan juga misteri Adi Permana. Ternyata dia adalah salah satu finalis ajang pencarian bakat menyanyi. YA MENEKETEHE KELEZ.
.
.
.
.
.
.

Sakana is taking over from here.....

Hahaha... iyah, yang nulis di atas tuh Cchocomint. Trus gw ambil alih deh. Kan gw harus memberikan klarifikasi kenapa bisa kalah. Jujur ga kepikiran banget kalo Botani Square jadi tempat nongkrong. Botani Square kan tempat belanja, bukan buat nongkrong.... *alasan ga valid*. Yah walopun gw juga ga pernah sih nongkrong di Kebun Raya, hahahahaha

Anyway, seperti yang udah disebut sama Cchocomint di atas, yang buat survey ini adalah pihak ketiga. Ternyata yang bikin survey-nya juga lumayan termangu dengan jawaban hasil survey (termasuk dnegan jawaban Adhi Permana). Yuk ah kita liat bagaimana hasil survey-nya. Oh iya, yang ada catatan Bloopers itu artinya komentar dari yang bikin survey dari jawaban-jawaban yang nyeleneh.


Survey Membuktikan!

Q1. Apa makanan khas Bogor yang paling terkenal?

1.
Asinan
14
2.
Toge Goreng
8
3.
Soto Mie
4
4.
Talas
3
5.
Soto Kuning
2
6.
Roti Unyil
1
7.
Ngoh Hiang*
1

Total
33

*entah ini apa, gue baru baca namanya. Setelah googling, ternyata masakan cina, dan di Bogor, yang paling tersohor adalah Gang Aut punya.
Bloopers: Cireng Keraton (1 jawaban). Sejak kapan Bogor punya keraton?
Sakana: Emang Soto Kuning dari Bogor ya?

 

Q2. Apa nama tempat atau area di Bogor yang paling banyak dikunjungi anak muda?

1.
Botani Square
18
2.
Air Mancur
4
3.
Taman Kencana
4
4.
Kebun Raya
2
5.
Sempur
1
6.
BTM
1
7.
Taman Koleksi (Takol)
1
8.
The Jungle
1

Total
32

Bloopers: Jalan Pajajaran (1 jawaban). Neng, Kang, Jalan Pajajaran teh panjang… spesifik atuh..
Sakana: Jalan Pajajaran itu panjangnya ampe dua kecamatan!

Q3. Selain angkot, alat transportasi umum apa yang biasa digunakan di Bogor?
1.
Transpakuan
17
2.
Ojek
8
3.
Bis
2
4.
Becak
2
5.
Motor
1
6.
Delman
1
7.
Bemo
1
Total
32
Bloopers: Ojek Pacar (1 jawaban). Eaaaaa…
Sakana: Eaaaa.....

Q4. Siapa penyanyi terkenal yang berasal dari Bogor?
1.
Syahrini
17
2.
Betharia Sonata
2
3.
Rossa*
2
4.
Pasha Ungu
1
5.
Syahrul Gunawan
1
6.
Vina Panduwinata
1
7.
Adhi Permana**
1

Total
25
*Gue ga yakin Rossa asal Bogor. Lahirnya sih di Sumedang, tapi kayaknya pernah tinggal di Bogor pas sekolah ya, yang bareng Ivan Gunawan itu. Sudah coba googling tapi ga nemu infonya euy..
**Sesungguhnya gue ga tau dia itu siapa dan nyanyi apa
Sakana: Now we know who Adhi Permana is.....

Q5. Ke daerah mana di luar kota Bogor biasanya orang Bogor memilih berwisata?

1.
Jakarta
11
2.
Bandung
10
3.
Puncak
9
4.
Sukabumi
2
5.
Curug Nangka
2
6.
Cianjur
1
7.
Cibinong
1

Total
36
  

Sakana: Ngapain ke Cibinong????? Btw, Puncak 'n Cibinong masuk ke Kabupaten Bogor ya....

Okeh, jadi demikianlah hasil survey-nya. Thanks berat buat Aci yang udah bikinin survey dan Vita sebagai Suara di Balik Kamera.

Oh iya, kalo pada bingung siapa sih Teh Dewi yang sering banget kita sebut-sebut, beliau ini pernah jadi challenger di The Wageningen Challenge episode 2.

Cchocomint boleh aja menang di tantangan TABOG 31, tapi secara keseluruhan gw lah yang memenangkan Tantangan Bandung Bogor. Oh Yeah!!! Ya tapi gitu deh.... ga ada hadiahnya #gamodal

Biarpun tiap series tantangan ga ada hadiahnya (dan yang nge-view dikit #curcol), kami berdua tetap istiqomah melanjutkan Serial Tantangan. Dan yang pasti ucapan asal sebut kami untuk tantangan di luar Indonesia beneran kesampaian!! Emang bener kata emak, di mulut ini ada doa *pasang cadar*. Makanya jangan lupa subscribe youtube channel Sakanaikanfish biar ga ketinggalan serial tantangan-tantangan ga penting berikutnya!!!

- Sakana & Cchocomint -    


Sunday, November 15, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 9 - Tantangan Istri Soleha

Hwalooowwww!!!!

Jumpa lagi!!!!

Setelah berbagai kekalahan dan kemenangan dari dua kubu –Sakana dan Cchocomint-, tantangan masih berlanjut untuk mendapatkan pemenang dari Tantangan Bandung Bogor alias TABOG. Nah, untuk tantangan kali ini gw menamakannya Tantangan Istri Soleha. Luar biasa bukan? Tentu saja…….tidak. Pada dasarnya ini adalah tantangan menyiapkan Tahu Gejrot. Krik.

Jadi jangan terlalu diambil hati ya, soal judulnya, yaitu tantangan istri soleha. Bisa masak atau kagak, ga berhubungan sama soleha apa kagak. Nggak bisa masak samsek juga nggak apa-apa, yang dicari kan istri, bukan mbok-mbok buat masak.

Apose sih ini.

Eniwei, meskipun ini judulnya Tantangan Bandung Bogor, tapi kok malah nyiapin tahu gejrot sih? Kok bukan nyiapin makanan khas Bandung? Ya gimana dong, kalau mau makanan khas bandung kan berarti peyeum, terus harus nunggu berapa juta tahun sampe tantangannya kelar nungguin fermentasi si peuyeum…ZZzzzZZZzzzz.

Tantangan kali ini simple, sesimpel 1+1=2. Kenapa? Karena Sakana nggak perlu meracik dari awal, tinggal ngupas, ngulek, ngiris, nuang. Makanya waktu pengerjaan tantangan pun singkat, dua menit sahaja. Bagian tersulit yang harus dilakukan hanyalah ngupas bawang kemudian ngulek bawang dan cabe rawit. Penasaran apakah Sakana bisa dimasukkan ke dalam kategori (calon) istri soleha yang sigap nyiapain tahu gejrot? Cekidot!!!



YES!!!

Tantangan kali ini Sakana gagal menyiapkan tahu gejrot dalam waktu dua menit!!! Kayaknya kegagalan di tantangan ini lebih menunjukkan bahwa Sakana emang nggak bakat menjadi mamang tahu gejrot. Okelah kalau begitu, dengan ini gw secara sepihak mengganti nama tantangan ini menjadi tantangan Mamang Tahu Gejrot.

Oke, omong-omong soal tahu gejrot, gw pun jadi penasaran tentang sejarah tahu gejrot ini *penting* gugling sana-sini, akhirnya gw dapat pencerahan mengenai tahu gejrot. Penamaan gejrot berasal dari bumbu cair yang dialirkan lewat botol. Karena botol diguncangkan dan dipencet untuk mengalirkan bumbu, sehingga timbulah bunyi ‘gejrot,’ lalu peracik pertama tahu gejrot pun berkata, "Eureka!!! Kita beri nama makanan ini tahu gejrot!!!" Kurang lebih gitulah kalau dibayangkan. Etapi gw sendiri nggak paham, bunyi ‘gejrot’ itu kayak apa sih sebenernya? *dipikirin* 
 
Selain namanya yang unik, tahu gejrot sendiri sudah ada sejak lama. Menurut sumber yang didapat di internet, katanya sih eksistensi tahu gejrot sudah ada semejak Indonesia belum merdeka, yang mana sebelum tahun 1945 dong. Wah, gw jadi curiga, jangan-jangan para meneer Landa pada masanya hobi makan tahu gejrot. Mungkin sekitar jam 4 sore di kala para British afternoon tea, J.P. Coen akan berteriak, ‘Ik hab honger. Geef mij tahu gejrot!!!’ terus pelayan nggak kunjung datang membawakan tahu gejrot, dia pun kzl, ’Verdomme!! Geef mij tahu gejrot!!!’ *imajinasi gw ketinggian ditambah kebanyakan nonton film perjuangan jaman Landa* BbbbZZzzttt.

Oke, Cuma satu pesan gw ketika kalian mau menikmati tahu gejrot, kalau bisa, pilih mamang yang lumayan bersih. Meskipun susah sih, namanya juga jajanan pinggir jalan, tapi paling enggak mamangnya nggak slebor-slebor amat. Kenapa? Karena salah satu mamang tahu gejrot di sekitar kampus gw suka pipis sembarangan dan habis pipis sepah di buang, suka langsung melayani pembeli. Hhhhmmmm, tebar-tebar ammonia.

Oke, selamat hari Senin. Enjoy the rest of your day!!

-cchocomint-