Sunday, November 15, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 9 - Tantangan Istri Soleha

Hwalooowwww!!!!

Jumpa lagi!!!!

Setelah berbagai kekalahan dan kemenangan dari dua kubu –Sakana dan Cchocomint-, tantangan masih berlanjut untuk mendapatkan pemenang dari Tantangan Bandung Bogor alias TABOG. Nah, untuk tantangan kali ini gw menamakannya Tantangan Istri Soleha. Luar biasa bukan? Tentu saja…….tidak. Pada dasarnya ini adalah tantangan menyiapkan Tahu Gejrot. Krik.

Jadi jangan terlalu diambil hati ya, soal judulnya, yaitu tantangan istri soleha. Bisa masak atau kagak, ga berhubungan sama soleha apa kagak. Nggak bisa masak samsek juga nggak apa-apa, yang dicari kan istri, bukan mbok-mbok buat masak.

Apose sih ini.

Eniwei, meskipun ini judulnya Tantangan Bandung Bogor, tapi kok malah nyiapin tahu gejrot sih? Kok bukan nyiapin makanan khas Bandung? Ya gimana dong, kalau mau makanan khas bandung kan berarti peyeum, terus harus nunggu berapa juta tahun sampe tantangannya kelar nungguin fermentasi si peuyeum…ZZzzzZZZzzzz.

Tantangan kali ini simple, sesimpel 1+1=2. Kenapa? Karena Sakana nggak perlu meracik dari awal, tinggal ngupas, ngulek, ngiris, nuang. Makanya waktu pengerjaan tantangan pun singkat, dua menit sahaja. Bagian tersulit yang harus dilakukan hanyalah ngupas bawang kemudian ngulek bawang dan cabe rawit. Penasaran apakah Sakana bisa dimasukkan ke dalam kategori (calon) istri soleha yang sigap nyiapain tahu gejrot? Cekidot!!!



YES!!!

Tantangan kali ini Sakana gagal menyiapkan tahu gejrot dalam waktu dua menit!!! Kayaknya kegagalan di tantangan ini lebih menunjukkan bahwa Sakana emang nggak bakat menjadi mamang tahu gejrot. Okelah kalau begitu, dengan ini gw secara sepihak mengganti nama tantangan ini menjadi tantangan Mamang Tahu Gejrot.

Oke, omong-omong soal tahu gejrot, gw pun jadi penasaran tentang sejarah tahu gejrot ini *penting* gugling sana-sini, akhirnya gw dapat pencerahan mengenai tahu gejrot. Penamaan gejrot berasal dari bumbu cair yang dialirkan lewat botol. Karena botol diguncangkan dan dipencet untuk mengalirkan bumbu, sehingga timbulah bunyi ‘gejrot,’ lalu peracik pertama tahu gejrot pun berkata, "Eureka!!! Kita beri nama makanan ini tahu gejrot!!!" Kurang lebih gitulah kalau dibayangkan. Etapi gw sendiri nggak paham, bunyi ‘gejrot’ itu kayak apa sih sebenernya? *dipikirin* 
 
Selain namanya yang unik, tahu gejrot sendiri sudah ada sejak lama. Menurut sumber yang didapat di internet, katanya sih eksistensi tahu gejrot sudah ada semejak Indonesia belum merdeka, yang mana sebelum tahun 1945 dong. Wah, gw jadi curiga, jangan-jangan para meneer Landa pada masanya hobi makan tahu gejrot. Mungkin sekitar jam 4 sore di kala para British afternoon tea, J.P. Coen akan berteriak, ‘Ik hab honger. Geef mij tahu gejrot!!!’ terus pelayan nggak kunjung datang membawakan tahu gejrot, dia pun kzl, ’Verdomme!! Geef mij tahu gejrot!!!’ *imajinasi gw ketinggian ditambah kebanyakan nonton film perjuangan jaman Landa* BbbbZZzzttt.

Oke, Cuma satu pesan gw ketika kalian mau menikmati tahu gejrot, kalau bisa, pilih mamang yang lumayan bersih. Meskipun susah sih, namanya juga jajanan pinggir jalan, tapi paling enggak mamangnya nggak slebor-slebor amat. Kenapa? Karena salah satu mamang tahu gejrot di sekitar kampus gw suka pipis sembarangan dan habis pipis sepah di buang, suka langsung melayani pembeli. Hhhhmmmm, tebar-tebar ammonia.

Oke, selamat hari Senin. Enjoy the rest of your day!!

-cchocomint-
 

Tuesday, August 25, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 8 - Berpacu Dalam Melodi

Hallo!!!

Kembali lagi di episode ke-8 dari TABOG. Masih mengambil lokasi di taman masa depan (baca: taman Lansia), kali ini gw menantang Sakana untuk memainkan 'Berpacu Dalam Melodi.' Ya ala-ala sih. Muda-mudi masa kini mungkin tahu apa itu Berpacu Dalam Melodi karena sering nongkrongin Net-Tv. Tapi yang sebenarnya, ini adalah acara lama yang pada masanya ditayangkan di TVRI dan dipandu oleh Koes Hendratmo. Acara ini bertahan selama 18 tahun. *gila, berasa orang lama* *padahal emang iya*


*taking silent moment*
*you may need to think*
*Koes Hendratmo is not Kris Binatoro*

Nah, mau tahu Berpacu Dalam Melodi ala gw bentuknya seperti apa? Nih, cekidot!!


Gilak!! Sejatinya, memilih game ala-ala Berpacu Dalam Melodi adalah keputusan besar. Kenapa? Seperti yang Sakana sebutkan di dalam video, gw tuh kalau nyanyi sering nggak jelas nadanya di mana. Lagu yang seharusnya Do=C bisa bergeser jadi Do=Z, bingung kan? Gw juga bingung. Gimana bisa go internesyenel ini?!?! 

Dan yang lebih membuat gw bingung adalah keberhasilan Sakana menebak semua lagu yang gw senandungkan. Lha, nada dasar kacau, senandung fals, kok masih bisa ditebak? Atau pilihan lagu gw yang terlalu populer dan mudah ditebak. Bisa jadi sih, karena lagu seperti Pileuleuyan atau Cingcangkeling itu luar biasa terkenal di daerah Jawa Barat. Anak-anak SD mendapat pelajaran mengenai lagu daerah tersebut, seperti halnya yang gw alami waktu gw SD. Gw punya tuh buku kumpulan lagu-lagu Sunda berisi lirik dan juga nadanya kalau-kalau kita mau memainkan menggunakna alat musik.

Meskipun gw kalah di tantangan ini, gw masih optimis, karena masih akan ada tantangan selanjutanya. Tunggu episode TABOG berikutnya!!!

-cchocomint-

Tuesday, July 28, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 7 - Tebak Lirik Mars Bogor

Holaaaaaa..... Sakana in da house yo!!!

Setelah sekian lama kaga apdet blog ini lantaran Cchocomint go internesyenel dan gw pun sedang sebuk projek lain untuk go internsyenel (lagi), kami kembali dengan Tantangan Bandung Bogor episode ke-7! Yay!!

Waktu shooting episod ini emang pas banget abis pemilihan presiden, jadi harap maklum lah kalo jokes kita seputaran itu. Walaupun ini episode Bogor tapi kita shooting di Bandung, di Taman Lansia tepatnya. Meski bernama Taman Lansia, tapi gw ga liat lansia berkeliaran di sana.

Anyway, kali ini tantangannya adalah tebak lirik Mars Bogor. Berhasilkah Cchocomint menebak lirik dengan benar?


Bo, kalo bagai kota dalam pot itu pot segede apeee????

Lagu Mars Kota Bogor ini dikenal juga dengan judul Bogor Kota Kesayangan. Pencipta lagunya Pak Nursyamsi AS (alm.), anggota TNI yang dinas di Korem 061 (deket rumah gw itu..... #penting). Jaman dulu (taun 80an gitu) sih katanya Mars Bogor selalu dinyanyikan pas apel bendera Senin pagi di Balaikota. Ga tau deh sekarang masih apel dinyanyiin ato ngga.

Kalo yang SD di Kota Bogor juga biasanya diajarin lagu ini, kecuali mungkin SD gw. Sumpeh gw ga tau nih lagu kalo bukan karena ikut acara di Balaikota. Anak SD lain pada bisa nyanyiin, cuma gw 'n temen2 SD gw aja yang celingukan kebingungan. Sekarang pun ga yakin masih diajarin. Padahal kan lagu ini salah satu kebanggan kota Bogor juga ya, apalagi Bandung ga punya mars sendiri. Bobotoh Persib aja punya, masa Bandung ga punya sih? #nyebelin

Okeh, sebelum mulai menimbulkan permusuhan, mari kita akhiri saja postingan kali ini. Setelah TABOG, kita udah nyiapin series tantangan baru. So stay tune dan jangan lupa subscribe channel youtube sakanaikanfish yaaaaa.... :D

Sunday, July 12, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 6 - Puzzle Tapi Nggak Bikin Kezel

Haloooo!!!!!

Apa kabar semua?!?!?!

Tenang pemirsa, penantian panjang kalian terbayar dengan postingan tentang TABOG episode 6!! . Masih mengambil lokasi di lingkungan kampus almamater Cchocomint, tantangan kali ini berupa puzzle yang harus dipecahkan oleh Sakana. 

Cchocomint sudah mempersiapkan huruf-huruf yang ditulis di label kemudian ditempelkan di berbagai watertap yang tersebar di kampus. Watertap? Iya dong, atas nama mutakhir, kampus ini memiliki water tap yang mana airnya bisa diseeruput langsung, tapi sayang seribu sayang, watertap tersebut wis ora berfungsi, blah! Kalo nggak pipanya rusak, ya (katanya sih) ada bakteri e.coli. Anyway, tugas Sakana kali ini adalah tawaf keliling kampus untuk menemukan watertap yang sudah ditempeli huruf, mengumpulkan huruf tersebut, lalu menebak kata apa yang tersembunyi di balik huruf-huruf tersebut. Nggak musti mengumpulkan semua huruf, kalau dirasa sudah cukup dan bisa ditebak, boleh langsung ditebak.    

Meski hujan badai menyertai tantangan pada saat itu, tapi Sakana tetap semangat. Bolak-balik keliling kampus sambil pakai payung pun nggak masalah, biasa nama pun orang Bogor, perkara hujan yang nggak kelar-kelar sih nothing! Nah, di tantangan kali ini apakah Sakana berhasil memecahkan misteri kata di balik huruf-huruf tersebut? Langsung kita lihat sama-sama.



Luar bisasah!!! Dengan mengantongi 9 dari 13 huruf, Sakana berhasil menebak puzzle yang dimaksud. Puzzle tersebut adalah:

BOBOTOH PERSIB.

Setelah melakukan riset mendalam, gw menemukan arti dari bobotoh. Menurut sumber yang satu ini, bobotoh adalah pendukung,memberi dukungan, dorongan dan semangat. Kata bobotoh ini pun nggak bisa berdiri sendiri, harus diikuti kata benda. Contoh yang ditemukan di artikel tersebt misalnya 'bobototh Tyson', nah untuk Persib sendiri, Bobotoh Persib berarti pendukung Persib. Ya, gitudeh kurang lebih.

Untuk Bobotoh TABOG, jangan kemana-mana, karena setelah Tabog 6 ini, kami masih punya tantangan lainnya yang nggak kalah serunya. Kalau penasaran tentang siapa yang akhirnya memenangkan TABOG secara keseluruhan, bisa langsung cek ke channel Youtube sakanaikanfish. Tschuss!

-cchocomint-

Monday, May 11, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 5 - Spot 'n Snap

Pepatah mengatakan: Belum ke Bogor kalau belum ke Kebun Raya *sapa yang bilang???*

Faktanya: Masih banyak orang Bogor yang belum pernah ke Kebun Raya Bogor (KRB).

Kalau gw sih pastinya udah pernah dong. Sekolahan gw waktu SD deket banget 'ma KRB. Lari ngelilingin KRB udah jadi menu wajib pelajaran olah raga 'n pencak silat. Bo, bayangin ya itu bocah-bocah piyik disuruh lari ngelilingin lahan seluas 87 hektar!! Untung emak2 jaman dulu ga tukang protes ye, anak mau diapain aja ma gurunya ga bakal ngeluh di sosmed....

Meski KRB terkenal bingitsss, tapi ga masuk ke lambang kota Bogor. Emang apa aja sih lambangnya? Nah makanya nih si cchocomint gw tantang buat nyari 4 landmark/gambar yang masuk ke lambang kota Bogor. Yang pasti Gunung Kelud ga masuk ya.....


Sebenarnya kalo si cchocomint lewat rute yang sebaliknya (arah terminal), diana bisa nemuin tugu kujang 'n gunung salak sekaligus.

Tugu Kujang dengan Gunung Salak di latar belakangnya (pic credit: here)
Istana Bogor sendiri ga bisa sembarangan gitu aja dimasukin. Cuma dibuka untuk umum pas ulang tahun Kota Bogor aja atau dengan seijin Sekneg (ini serius!).

Pas tantangan ini kita jalan lumayan jauuuuuuuuhhhh, ada kali sejam jalan kaki. Makanya pas nyampe (depan) Istana Bogor udah gempor sangat #wistuwo. Manapula untuk ke tempat yang bisa ngeliat Gunung Salak dari situ harus jalan sekitar 20-30 menit lagi. Yah lagian mendung juga sih jadi percuma juga si Gunung Salak ketutupan awan.

Oh iya, foto-foto hasil tantangan ini ga masuk ke video lantaran hape gw itu dicopet sebelum gw sempet pindahin foto-fotonya. Kejadiannya di jembatan penyeberangan depan Ngesti deket terminal Baranangsiang. Jadi berhati-hatilah kalau nyebrang di sana!!!

-sakana

Friday, April 10, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 4 - Makan Makanan Super Pedas

Di postingan sebelumnya, gw udah pernah bilang kalau soal makanan pedas berlevel, Bandung juaranya. Entah itu soal cemilan atau makanan berat. Setelah gw berhasil memenangkan TABOG episode 3, di mana gw menebak makanan yang gw icipin dengan mata tertutup, kali ini gw pun menantang Sakana soal makanan. Gw menguji kecepatan Sakana dalam menghabiskan makanan pedas. Soal kecepatan makan, nggak perlu diragukan karena Sakana punya rekor menghabiskan nasi padang dalam waktu 7 menit dan menghabiskan subway 30 cm dalam waktu 4.5 menit. Tapi itu soal kecepatan, gimana kalau soal ketahanan terhadap rasa pedas? Itu belum teruji!! Makanya gw memilih tantangan ini karena Sakana ini setengah Padang, maka gw mau sekalian menguji ke-Padang-annya dengan makanan pedas yang satu ini.

Makanan ini berupa mie ramen ala-ala yang disebut mie reman (reman maksudnya preman) dengan lima level pedas. Sakana kudu menghabiskan mie reman level 5 -yang level kepedasannya menggambarkan bagaimana rasanya saat sedang dikeroyok (p)reman- dalam waktu 5 menit.

Apakah Sakana mampu memenangkan tantangan ini?


Setelah berjuang melewati siksaan duniawi, akhirnya Sakana pun menyerah dan kalah!!! Moahahahahaha!!!! Padahal cuma sisa kuah beberapa sendok aja tuh, dia sih nggak mau dengerin gw, gw bilang diuyup (diseruput) aja kuahnya sekaligus, malah nggak mau, yowis.

Karena tantangan ini melibatkan makanan super pedas, efeknya nggak nggak begitu aja hilang. Menurut kabar burung, keesokan hari setelah tantangan, Sakana mengalami pengalaman spiritual yang luar biasa. Pagi-pagi ketika dia sedang mengemudikan mobil meuju kantor, dia ngerasa mules parah. Tak tertahankan. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan gali lubang di tanah untuk memenuhi panggilan alam. Enggak deng, dia berhenti untuk nyari WC. Untungnya dia berhasil menemukan WC, kalau engga...wallahualambisowab, hanya Tuhan yang tahu apa yang mungkin terjadi :)))).

-cchocomint-

Friday, April 3, 2015

Tantangan Bandung Bogor (TABOG) ep. 2 - Kuis Seputar Bandung

Halllowwww!!!!!

Kembali lagi di TABOG!!! Kali ini gw akan mengisahkan tantangan balasan yang dilakukan di Bandung. Oke, mungkin pemirsah bertanya-tanya, mengapa episode 2 baru muncul setelah episode 3? Karena, sejatinya, kami ini adalah Jedi yang mewarisi ilmu Yoda, di mana kalau ngomong kebalik-balik. Ini pulak yang bikin kami kebalik-balik dalam berhitung. Okecip. 

Karena Sakana sombong banget dalam menggiring gw untuk melakukan TABOG di kampusnya, maka gw nggak mau kalah untuk menggiring dia melakukan tantangan versi Bandung di kampus gw, ehem. Atas nama prinsip fairness and equality, bentuk tantangannya dibikin mirip dengan TABOG episode 1, berupa kuis yang harus dijawab *padahal sih nggak kreatip :)))*

Di tantangan tersebut, gw menyediakan tiga kategori soal, yaitu tema harian Ridwan Kamil, makanan, dan sejarah & umum. Sakana harus memilih dua dari tiga tema tersebut kemudian menjawab pertanyaan yang ada untuk memenangkan TABOG episode 2 ini. Ketebaklah, tema yang nggak dia pilih adalah sejarah dan umum. Males banget nggak sih sama sejarah :)))).

Mau tahu apa hasil tantangan tersebut? Apakah Sakana berhasil memenangkan tatangan tersebut? Silakan liat videonya. *gw gendut banget yak :))))*


Ternyata Sakana menang!!! Gw yakin ini hanya kebetulan belaka!!! Harusnya dia pilih soal sejarah & umum *masih ngga terima*. 

Dari soal yang ditanyakan, keliatan kan ya gimana bervariasinya kuliner khas Bandung, dari bahan aci (tepung kanji) aja udah bisa jadi berbagai macam makanan, mulai dari cireng (aci digoreng), cilok (aci dicolok), juga cimol (aci digemol. ada juga yang bilang aci semol *small maksudnya..bbbzzzttt*). Para pengunjung yang main ke Bandung pun bisa belanja jajanan khas Bandung yang diproduksi oleh Kartika Sari (bukan Kartika Chandra), Prima Rasa (bukan Prima Jasa), atau pun Amanda. Meski kalau Amanda udah nggak eksklusif lagi karena udah bikin cabang di luar Bandung. Di Kartika Sari, orang biasa belanja pisang bolen, cheese roll, atau bagelen nya. Sedangkan Prima Rasa terkenal dengan brownies panggangnya *bukan posting berbayar*.

Untuk makanan pedas pun kita juaranya. Semenjak ada keripik setan Maicih yang mengsung konsep keripik pedas dengan berbagai level kepedasan, maka bermunculanlah berbagai makanan (baik cemilan maupun makanan berat) yang rasa pedasnya berlevel. Dari yang nggak berasa pedas sama sekali, sampai yang pedesnya aujibilah bikin tobat nasuha. Nggak percaya kalau level pedas makanan di Bandung bisa bikin tobat nasuha? Tunggu aja di TABOG episode selanjutnya!!

-cchocomint-